garamm

Proses pemisahan suatu zat dari campurannya pada dasarnya adalah pemisahan berdasarkan sifat fisik dari zat-zat tersebut. Beberapa metode yang dapat sering digunakan dalam proses pemisahan yaitu dekantasi, penyaringan, destilasi, ekstraksi, dan kromatografi. Dekantasi merupakan proses pemisahan zat padat dari zat cair yang saling tidak larut dengan cara menuangkan zat cairnya melalui batang pengaduk atau alat bantu lainnya. Proses ini dilakukan apabila kedua zat sudah terpisah dengan sendirinya, padat di bawah dan cair di atas. Proses pemisahan campuran yang sederhana adalah pada pemurnian garam.

Garam selain sebagai bumbu dapur juga merupakan bahan baku pada berbagai proses industri, antara lain pembuatan Natrium Sulfat (Na2So4), soda ash (Na2CO3), Natrium Bikarbonat (NaHCO3) dan lain-lain. Garam yang diproduksi rakyat pada umumnya tidak mengalami pencucian, sehingga umumnya berkualitas rendah. kadar NaCl dalam garam rakyat biasanya bervariasi sekitar 88 %. Garam rakyat dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu:

  1. 1.      K-1 yaitu kwalitas terbaik yang memenuhi syarat untuk bahan industri maupun untuk konsumsi. Memiliki komposisi sebagai berikut:
  • NaCl   : 97,46 %
  • CaCl2 : 0,723 %
  • CaSO4            : 0,409 %
  • MgSO4: 0,04 %
  • H2O    : 0,63 %
  • Impurities: 0,65 %
  1. 2.      K-2 yaitu kualitas dibawah K-1, garam jenis ini harus dikurangi kadar berbagai zat agar memenuhi standar sebagai bahan baku industri. Secara fisik garam K-2 berwarna putih agak kecoklatan dan sedikit lembab.
  2. 3.      K-3 merupakan garam kualitas terendah, tampilan fisik yang putih kecoklatan dan bercampur lumpur.

Kualitas garam produksi petani garam di Indonesia rata-rata masih rendah dan

belum memenuhi kualitas yang dibutuhkan untuk industri maupun konsumsi.

Tabel komposisi garam dapur menurut SNI 01-3556-2000:

Senyawa Kadar
Natrium klorida Min 94,7 %
Air Maks 5%
Iodium sebagai KI Min 30 mg/Kg
Logam timbal (Pb) Maks 10,0 mg/Kg
Logam tembaga (Cu) Maks 10,0 mg/Kg
Logam air raksa (Hg) Maks 0,1 mg/Kg
Logam arsen Maks 0,5 mg/Kg
Ca Maks 2,0 mg/Kg
Mg Maks 2,0 mg/Kg
Fe Maks 2,0 mg/Kg

 

Pada percobaan pemurnian garam ini terdiri dari tiga proses utama yaitu penyaringan larutan garam, pemanasan larutan, sampai dengan pembentukan kembali kristal dari larutan garam. Proses yang pertama yaitu penyaringan larutan garam atau yang biasa dikenal dengan istilah filtrasi. Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Proses filtrasi yang sederhana adalah proses penyaringan dengan dengan media filter kertas saring.Pada proses tersebut hasil filtrasi adalah zat padat yang disebut residu dan zat cairnya disebut dengan filtrat.

Pemanasan garam hasil filtrasi dilakukan menggunakan bunsen. Larutan garam yang ditempatkan di cawan keramik dipanaskan sampai terjadi penguapan (evaporasi). Evaporasi (penguapan) merupakan pemisahan padatan dari suatu larutan dengan cara menguapkan pelarutnya. Evaporasi digunakan untuk pemekatan sebelum pengeringan, untuk mengurangi berat dan volume. Selain itu juga digunakan untuk menghemat energi penyimpanan, transport dan distribusi. Evaporasi meningkatkan kadar total solid dan mengubah warna yang dikeringkan. Pada evaporasi, air garam mengalami perubahan fase. Pemisahan secara evaporasi didasarkan pada keadaan bahwa titik didih pelarut lebih rendah dari titik didih zat padat terlarutnya.Saat larutan garam dipanaskan, lama kelamaan akan terbentuk gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap. Adanya gelembung-gelembung tersebut adalah tanda terjadinya penguapan (evaporasi). Setelah uap terlihat di atas larutan garam yang dipanaskan, maka akan terjadi pemisahan uap dari larutan garam. Proses terakhir adalah mengkondensasikan uapnya yang akan berlanjut pada kristalisasi.

Percobaan pengkristalan garam mulai tampak setelah dilakukan pemanasan selama 15 menit. Artinya kristal-kristal garam mulai terbentuk setelah larutan garam mengalami pemanasan. Kristalisasi ini berlangsung cukup lama. Kristalisasi mulai terbentuk pada bagian tepi permukaan campuran. Semakin lama kristal yang terbentuk semakin banyak sehingga kristal-kristal tersebut jatuh menuju dasar cawan dan menggumpul pada bagian tengah. Bersamaan dengan terbentuknya kristal-kristal tersebut, larutan yang cair berubah menadi kristal sehingga lama kelamaan air dalam larutan habis karena terjadi proses penguapan.

Pada dasarnya dalam proses kristalisasi ini terdapat tiga prinsip yaitu adanya perpindahan kalor, perubahan wujud, hasil produk yang lebih baik. Perpindahan kalor ini mempengaruhi adanya perubahan wujud dari cair menjadi padat. Sedangkan hasil kristalisasi ini garam tampak lebih putih dan lembut. Proses kristalisasi ini sebenarnya merupakan kristalisasi bertingkat dimana sebelumnya telah dilakukan kristalisasi dari air laut menjadi garam kotor. Garam kotor ini kemudian kemudian dikristalisasi lagi sehingga mengahsilkan garam yang lebih bersih, putih, dan lembut.

untuk info lebih dalam, silahkan kunjungi halaman berikut:  klik disini

atau klik disini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s