Paper test kit sederhana dari kunyit

Standard

            Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu tanaman obat yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman ini dapat tumbuh subur di pekarangan rumah kita. Tanaman kunyit memiliki ciri: tumbuh bercabang dengan tinggi 40 – 100 cm. Batangnya merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun yang agak lunak. Daunnya berupa daun tunggal dengan bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10 – 40 cm, dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.  Rimpang kunyit inilah yang biasanya sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, ataupun bahan jamu tradisional. Namun, tahukah anda jika ternyata kunyit memiliki manfaat selain sebagai bumbu dapur?

            Salah satu kandungan dalam rimpang kunyit adalah zat warna curcumin yang bisa dimanfaatkan sebagai indikator alami, yaitu alat untuk menentukan asam ataupun basa pada suatu zat. Suatu zat yang asam (pH < 7) akan berubah warna menjadi kuning bila diteteskan ke dalam ekstrak kunyit, sedangkan zat yang bersifat basa (pH > 7) akan berubah warna menjadi merah kecoklatan. Berdasarkan alasan inilah maka kunyit bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan paper test kit. Paper test kit merupakan alat uji sederhana, berupa kertas yang telah dicelupkan ke dalam ekstrak kunyit, yang dapat digunakan untuk menguji adanya kandungan boraks dalam makanan. Boraks merupakan zat yang bersifat basa. Suatu bahan makanan yang terdapat kandungan boraks di dalamnya apabila diteteskan ke dalam paper test kit maka akan mengubah warna  paper test kit dari warna kuning menjadi berwarna merah atau kecoklatan.

Cara pembuatan paper test kit sederhana adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan kunyit, kupas kulitnya, kemudian di tumbuk sampai halus
  2. Memeras hasil tumbukan untuk mendapatkan ekstrak kunyit, kemudian di saring
  3. Siapkan kertas saring atau kertas wattman, potong sesuai ukuran yang diinginkan
  4. Celupkan kertas saring atau kertas wattman ke dalam ekstrak kunyit, tunggu sampai ekstrak kunyit meresap ke dalam kertas saring atau wattman
  5. Keringkan kertas saring atau kertas wattman di bawah sinar matahari
  6. Kertas saring atau kertas wattman siap digunakan
Advertisements

Don’t worry to globalisasi !!!

Standard

Pengertian Globalisasi dan Dampaknya

Sekarang ini kehidupan manusia semakin dimudahkan, dalam memenuhi segala kebutuhan hidup di berbagai bidang. Munculnya berbagai kemudahan tidak lain disebabkan oleh adanya globalisasi. Berkembangnya fenomena globalisasi terjadi di semua sisi di kehidupan kita. Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia:

  • Perubahan dalam konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
  • Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
  • Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
  • Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

 

Menurut asal katanya, kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi meliputi keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Contohnya adalah Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antar negara menunjukkan keterkaitan antar manusia di seluruh dunia.

Globalisasi merupakan suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Pada era globalisasi sekarang ini batasan – batasan dunia dalam menerima dan mengirim semakiin tidak terlihat. Informasi dari segala penjuru dunia diperoleh dengan mudah dalam waktu yang sangat cepat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mencapai satu titik di saat manusia yang satu dengan yang lainnya dapat terhubung melalui audio dan visual walau berbeda waktu dan ruang. Interaksi manusia melalui proses komunikasi tidak lagi mengharuskan manusia pengirim atau penerima pesan berada dalam satu ruangan. Perkembangan teknologi akan selalu memberi dampak bagi kemajuan perkembangan dunia pendidikan, khususnya pada revolusi dunia pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.

Menurut James Petras “Globalisasi merupakan suatu fenomena yang keberadaannya tidak begitu saja ada. Ia ada setelah melalui proses yang kompleks. Ada tiga argumen dasar untuk menjelaskan globalisasi, yaitu yang pertama kemajuan teknologi atau revolusi teknologi informasi, kedua permintaan pasar dunia, dan ketiga adalah logika kapitalisme atau logic of capitalism”. Adanya pernyataan tersebut sesuai dengan sejarah globalisasi dimana  globalisasi sebagai sebuah fenomena mulai menampakan dirinya pada sekitar tahun 1980-an. Pemunculan itu berkaitan erat dengan 3 peristiwa besar yang masing-masing mewakili ranah politik, ekonomi, dan teknologi. Pada ranah politik berupa berakhirnya perang dingin antara Timur (dalam hal ini Uni Soviet) dengan Barat (dalam hal ini Amerika). Selanjutnya pada ranah ekonomi berupa lahirnya Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 1995 yang kemudian menjadi awal ide pasar dan perdagangan bebas di antara semua negara. Pada ranah teknologi terwujud dalam revolusi informasi, dimana terjadi perkembangan pesat dalam bidang telekomunikasi dan arus perpindahan informasi yang tak terkendali dari satu tempat ke tempat yang lain.

Globalisasi sesungguhnya sudah lama terjadi, yaitu sejak abad ke 19. Selanjutnya seiring berjalannya waktu tingkat dan skala globalisasi berkembang kian pesat seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Adanya globalisasi tentu saja menimbulkan dampak atau pengaruh terhadap kehidupan manusia. Pengaruh dari globalisasi dapat bermacam-macam tergantung bagaimana kita mengartikannya. Ada yang menilai globalisasi sebagai sesuatu yang positif karena memberikan peluang dan kesempatan yang sama kepada siapapun untuk bermain secara global. Namun, ada yang menilai negatif karena dianggap memberikan ketimpangan penguasaan sumber daya (terutama modal) serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi berpotensi untuk menguntungkan negara kuat dan merugikan negara lemah.

Hal yang bisa kita lakukan untuk menyikapi globalisasi salah satunya adalah berpikir positif, bahwa dari munculnya globalisasi dapat memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Keuntungan ini meliputi berbagai bidang, antara lain bidang ekonomi, politik, sosial budaya, hankam, dll.

  • Ekonomi

Dalam bidang ekonomi globalisasi memberikan dampak positif antara lain: liberalisasi perdagangan barang dan jasa, jasa layanan, dan komoditif lain memberi peluang kepada Indonesia untuk ikut bersaing mereput pasar luar negri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil dan bahan tambang. Mampu menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi, meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara, perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri, serta semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri, dll.

  • Politik

Dalam bidang politik globalisasi memberi pengaruh terhadap berkembangnya demokrasi dalam sistem pemerintahan, selain itu juga sistem pemerintahan yang lebih terbuka, hal tersebut diharapkan dapat menjadi awal terciptanya pemerintahan yang lebih baik.

  • Sosial budaya

Dampak positif globalisasi bidang sosial budaya antara lain: Meningkatkan pemelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju, meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.

  • Hankam

Dampak positif globalisasi bidang hukum, pertahanan, dan keamanan antara lain: Semakin menguatnya supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan terhadap dilaksanakannya hak-hak asasi manusia, Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak, Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, Menguatnya supremasi sipil dengan mendudukkan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara yang profesional dll.

Dengan menyadari adanya berbagai pengaruh atau dampak positif dari globalisasi maka kita tidaklah perlu khawatir terhadap berkembangnya globalisasi. Meskipun begitu ada beberapa kebijakan yang bisa ditetapkan Indonesia dalam menghadapi globalisasi, antara lain pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, membuka jalur perdagangan dunia melalui kebijakan peningkatan eksor dan investasi, pengembangan akses permodalan terutama bagi pengusaha UKM, serta menjaga keseimbangan dengan alam. Hal pertama yang mendasar adalah melakukan perubahan paradigma pola berpikir atas berbagai nilai, persepsi, dan praktek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam pembangunan. Paradigma lama yang menjadikan negara sebagai poros pembangunan harus diubah dengan meletakkan masyarakat sebagai poros pembangunan. Memberdayakan masyarakat disini artinya menumbuhkan kepercayaan bagi tiap orang bahwa dirinya mampu lebih produktif dan berprestasi. Melalui pemberdayaan masyarakat sadar bahwa pembangunan sedang dilaksanakan, dan mereka punya kesempatan untuk melibatkan diri dalam pembangunan tersebut.

Adanya globalisasi perlu kita sikapi dengan bijak, menilai dari segi positif bahwa globalisasi mampu membawa dampak positif bagi kehidupan kita. Sehingga kita tidak perlu khawatir dalam menghadapinya. Hal yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita agar tidak terbawa arus globlaisasi yang begitu cepat, lebih hati-hati dalam bersikap, menyaring segala budaya yang masuk dari luar dan menyesuaikannya dengan karakteristik dan jati diri kita, serta tetap menjunjung nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Sumber :

Anakunhas. 2012 diunduh dari http://www.anakunhas.com/2011/11/kelebihan-dan-kekurangan-globalisasi-ekonomi.html pada tanggal 1 Januari 2013 pukul 12:53 WIB

Dadot. 2010 diunduh dari http://24bit.wordpress.com/2010/03/28/dampak-positif-dan-negatif-globalisasi-bagi-indonesia/ pada tanggal 1 Januari 2013 pukul 13:28 WIB

http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi

http://id.scribd.com/doc/45320329/SEJARAH-GLOBALISASI

Safidzii. 2012 diunduh dari http://safidziigemini.wordpress.com/2012/06/18/persiapan-indonesia-dalam-menghadapi-era-globalisasi/ pada tanggal 1 Januari 2013 pukul 13:59 WIB

 

Nyeri, Apakah itu?

Standard

Sakit-kepala-bagian-belakang

Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya nyeri. Nyeri bisa berupa rasa terbakar, atau nyeri tumpul seperti terkena tekanan, atau mungkin nyeri tajam seperti teriris pisau. Nyeri dapat menjadi suatu penanda bahwa di dalam tubuh kita ada yang tidak beres atau  tidak normal yang membuat seseorang memerlukan pengatasan dengan obat dan harus berkonsultasi ke dokter. Nyeri merupakan persepsi yang kompleks, yang rasanya dapat bervariasi antara orang yang satu dengan orang yang lain, meskipun mereka mendapatkan cedera atau penyakit yang relatif sama.

Pada jaman dulu, manusia sering mengkaitkan nyeri dengan hukuman, setan, atau magic, sehingga penghilangan rasa nyeri merupakan tanggung jawab pendeta, dukun, atau pengusir setan, dengan menggunakan tanaman, atau ritual dan upacara tertentu. Teori pertama tentang nyeri datang dari Yunani dan Romawi yang menyatakan bahwa otak dan sistem syaraf berperan dalam menghasilkan persepsi nyeri. Baru pada abad pertengahan dan di jaman Renaissence pada tahun 1400 – 1500 an, mulai terkumpul fakta-fakta yang mendukung teori tersebut. Pada tahun 1664, seorang filsuf Perancis Rene Descartes menggambarkan apa yang sekarang disebut sebagai jalur nyeri (pain pathway). Kemudian pada abad ke 19, nyeri menjadi ilmu tersendiri yang menjadi jalan bagi berkembangnya ilmu penatalaksanaan nyeri. Saat itu mulai ditemukan senyawa opium: morfin, kodein, kokain, yang dapat digunakan untuk mnegobati nyeri. Penemuan ini kemudian mengarahkan pada penemuan aspirin, sebagai obat analgesik yang banyak dipakai sekarang.

Nyeri (pain) berasal dari kata peone (bahasa Latin) dan poine (bahasa Yunani) yang berarti pinalti atau hukuman. Menurut Aristoteles nyeri adalah suatu perasaan, nafsu jiwa dimana jantung merupakan sumber nyeri tersebut. Menurut Descartes, Galen, dan Vesalius, nyeri mengkaitkan nyeri dengan neuroreseptor, nociseptor, dan input sensori. Teori-teori tersebut akhirnya berkembang kedalam definisi nyeri, yaitu: “pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan baik aktual maupun potensial atau keadaan yang menggambarkan kerusakan tersebut”.

Berdasarkan lamanya nyeri, nyeri dibedakan menjadi nyeri akut dan kronis yang berbeda cukup signifikan.

  1. Nyeri akut

Nyeri akut adalah nyeri dengan durasi sampai 7 hari yang biasanya terjadi secara tiba-tiba. Penyebabnya mungkin diketahui atau tidak. Gejala-gejalanya dapat berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari, sampai satu minggu dan biasanya dihubungkan dengan luka jaringan, inflamasi, suatu prosedur yang berhubungan dengan pembedahan, proses kelahiran bayi, atau suatu gangguan penyakit yang singkat, dan bisa juga diikuti dengan kecemasan atau tekanan emosional.

  1. Nyeri kronis

Nyeri kronis adalah nyeri dengan durasi lebih lama, bahkan bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dan sering dianggap sebagai penyakit itu sendiri. Nyeri ini bisa memburuk jika ada faktor lingkungan dan psikologis yang mempengaruhi. Nyeri kronis umumnya tidak mempanterhadap pengobatan, dan hal ini bisa menyebabkan gangguan yang berat bagi pasien. Pada beberapa kasus, dapat terjadi serangan nyeri akut pada problem nyeri kronis. Contoh hyeri kronis antara lain: nyeri rematik, nyeri tulang belakang, nyeri diabetes neuropati, neuralgia post herpes, multipel sklerosis, dll.

Berikut tabel perbedaan karakteristik antara nyeri akut dan nyeri kronis:

Karakteristik Nyeri akut Nyeri kronis
Peredaan nyeri Sangat diinginkan Sangat diinginkan
Ketergantungan trh obat Tidak biasa Sering
Komponen psikologis Umumnya tidak ada Sering merupakan masalah utama
Penyebab organik Sering Seringkali tidak ada
Kontribusi lingkungan dan keluarga Kecil Signifikan
Insomnia Jarang Sering
Tujuan pengobatan Kesembuhan Fungsionalisasi
Depresi Jarang sering

 

Sedangkan berdasarkan asalnya, nyeri terbagi menjadi menjadi nyeri nosiseptif  (nociceptive pain) dan nyeri neuropati (neuropathic pain):

  1. Nyeri nosiseptif  (nociceptive pain)

Adalah nyeri yang disebabkan oleh stimulasi langsung pada reseptor nyeri (nosiseptor), baik secara mekanis, atau melalui rangsang kimia atau panas. Nyeri ini dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan lokasinya, yaitu nyeri somatik dan visceral. Nyeri somatik adalah nyeri yang disebabkan karena adanya kerusakan jaringan yang menyebabkan pelepasan berbagai mediator nyeri dan inflamasi yang kemudian memicu nyeri melalui aktivasi nosiseptor yang banyak dijumpai pada kulit, otot, atau jaringan lunak. Umumnya nyri ini digambarkan sebagai nyeri tajam, menusuk, atau berdenyut-denyut yang relatif mudah diketahui lokasinya. Nyeri visceral adalah nyeri yang disebabkan oleh stimulasi pada sistem syaraf otonom, dan biasanya terjadi pada rongga dalam tubuh (visceral) seperti pada jantung, paru-paru, saluran cerna, atau saluran urogenital. Seringkali nyerinya samar-samar, menyebar, dan sulit dipastikan lokasinya. Penyebabnya antara lain: nekrosis / iskemia, inflamasi, peregangan ligamen, kontraksi otot polos, peregangan kapsula organ, dll.

  1. Nyeri neuropati (neuropathic pain)

Nyeri neuropatik mengimplikasi adanya cedera pada struktur syaraf, yang menyebabkan fungsi yang menyimpang pada sistem syaraf, baik pusat maupun perifer. Nyerinya digambarkan sebagai nyeri seperti rasa terbakar / panas, geli, mati rasa, menusuk, atau pedih seperti tersengat listrik.

 

Sumber:

Ikawati Zullies. 2011. Farmakoterapi Penyakit Sistem Syaraf Pusat. Yogyakarta: Bursa Ilmu

 

Konservasi Hutan dengan Cara Agroforestry

Standard

agroforstry

Agroforestry merupakan sistem pertanian yang menggabungkan dua macam bidang yaitu pertanian dan kehutanan. Secara sederhana agroforestry adalah usaha tanaman campuran antara tumbuhan berkayu (pohon) dengan tanaman pangan/pakan ternak. Berbagai pendapat dari para ahli mengenai agroforestry berbeda-beda tergantung sudut pandang si pembuat definisi dan latar belakang tempat agroforestry diterapkan. Menurut Perum Perhutani (1990), Agroforestry adalah manajemen pemanfaatan lahan secara optimal dan lestari, dengan cara mengkombinasikan kegiatan pertannian dan kehutanan pada inti pengelolaan lahan yang sama maupun yang berurutan dengan tujuan peningkatan produktifitas dan kelestarian hutan. Beberapa hal penting mengenai agroforestry antara lain:

a.       Agroforestry adalah suatu sistem penggunaan lahan yang bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan hasil total secara lestari

Pencapaian tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara mengkombinasikan tanaman berkayu (pohon) dengan tanaman pangan atau tanaman pakan ternak

b.      Usahanya dilaksanakan pada sebidang lahan yang sama, baik secara bersamaan waktunya atau secara bergantian

c.       Pelaksanaan agroforestry (management) harus disesuaikan dengan latar belakang sosial dan budaya setempat, kondisi ekonomi dan kondisi ekologi setempat

d.      Lahan yang diusahakan untuk agroforestry berada dalam satu unit management yang sama

Untuk lebih lengkapnya silahkan klik disini

Menyongsong kurikulum 2013

Standard

Siapkah kurikulum 2013 dilaksanakan??

Pertanyaan tersebut mungkin pernah muncul di benak kita, mengingat masih banyak pro-kontra mengenai penerapan atau pelaksanaan kurikulum 2013.  pengertian kurikulum sendiri menurut Lunenberg dan Ornstein mengemukakan bahwa kurikulum dapat didefinisikan dalam berbagai pengertian: sebagai rencana, dalam kaitan dengan pengalaman, sebagai suatu bidang studi, dan dalam kaitan dengan mata pelajaran dan tingkatan kelas. suatu kurikulum dapat digambarkan suatu rencana tindakan, atau suatu dokumen tertulis, yang meliputi strategi untuk menuju keberhasilan tujuan yang diinginkan. sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem apendidikan Nasional juga disebutkan pengertian kurikulum yaitu “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

Bertolak dari pengertian kurikulum seperti tercantum di atas maka kurikulum 2013 yang rencananya akan dipakai dan menggantikan kurikulum sebelumnya, sekarang ini sedang gencar-gencarnya disosialisasikan oleh pemerintah melalui kemendikbud. banyak pro-kontra yang menyertai terkait kurikulum yang baru ini.  dasar dari pengembangan kurikulum tersebut adalah perkiraakeadaaan 10 tahun mendatang, sehingga lulusan yang dihasilkan mampu mengatasi persaingan di masa mendatang. Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Rancangan kurikulum 2013 telah memasuki tahapan ketiga, yaitu uji publik. Pengembangan kurikulum 2013 sendiri dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu :

  1. Penyusunan kurikulum dilingkungan internal kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan.
  2. Pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 Nopember 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada tanggal 22 Nopember 2012.
  3. Pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.
  4. Penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013

Adanya perubahan isi, dari kurikulum ini dibanding kurikulum sebelumnya misalnya ditiadakan / dihapusnya beberapa mata pelajaran, salah satunya menjadi sebab penolakan pada kurikulum ini. Selain itu setiap perubahan kurikulum akan berimbas pada seluruh aktivis di dunia pendidikan, salah satunya adalag guru. Guru akan merasakan dampak langsung dari adanya perubahan kurikulum. Guru harus mampu menyesuaikan diri terhadap kerikulum yang baru, guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif . Nah apakah menurut teman-teman kurikulum baru ini sudah siap untuk dilaksanakan??

Earth hour

Standard

EART HOUR

Tanggal 23 Maret 2013 lalu diperingati sebagai hari yang dikenal dengan “earth hour”. earth hour  diperingati setiap tahunnya, yaitu pada sabtu terakhir di bulan maret. earth hour sendiri dicetuskan pertama kali oleh WWF atau world wide fund for nature pada tahun 2007, kegiatannya berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. biasanya earth hour dilaksanakan mulai jam 20.30 sampai dengan 21.30 atau tepatnya selama satu jam.

untuk memperingati jatuhnya earth hour setiap tahunnya,berbagai media memberitakan mengenai earth hour beberapa hari menjelang earth hour tiba. hal tersebut dilakukan guna meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat serta untuk  mengingatkan masyarakat di berbagai belahan dunia akan manfaat earth hour. di Indonesia earth hour 2013  diikuti oleh lebih dari 30 kota di Indonesia. mulai dari Banda Aceh sampai dengan Makassar. tujuan utama dari aksi ini adalah memberi kesadaran pada masyarakat agar memakai energi secar efektiv dan efisien. biasanya aksi ini difokuskan terhadap kota-kota besar, seperti Jakarta dimana di kota tersebut pemakaian energi terbesar oleh kota tersebut. sehingga dengan adanya aksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penghematan energi listrik.

Menurut lembaga earth hour Indonesia, Target utama kampanye Earth Hour Indonesia, yaitu :

  • Untuk melanjutkan target efisiensi energi dan perubahan gaya hidup di kota-kota besar di dunia dengan konsumsi listrik tinggi,
  • Dan berusaha mengaitkannya dengan potensi sumber energi baru terbarukan yang lebih bersih dan berdampak minimal pada lingkungan
  • Mengangkat dan memancing semangat kepemimpinan pemerintahan dan korporasi untuk secara signifikan melakukan efisiensi energi dan penggunaan sumber energi baru terbarukan sebagai bagian dari kebijakan mereka.

adanya momentum earth hour bisa menjadi jalan awal bagi kita para generasi muda untuk lebih memperhatikan konsumsi kita terhadap energi, sebagai bentuk cinta terhadap bumi. selain itu juga meningkatkan kesadaran kita terhadap kelangsungan hidup alam untuk terus kita jaga, mengingat akhir-akhir ini marak isu tentang perubahan iklim global yang menghawatirkan. maka dari itu kita harus senantiasa menjaga dan melestarikan alam agar generasi berikutnya juga bisa menikmati serta untuk hidup yang lebih baik.  “langkah kecil akan memberikan manfaat yang  besar bila dilakukan secara terus menerus”

untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi  http://earthhour.wwf.or.id/faq.php

untuk melihat video, silahkan kunjungi:  video earth hour

penyerapan protein dalam tubuh

Standard

proteinn

Protein merupakan salah satu kelompok bahan makronutrien. Tidak seperti bahan makronutrien lain (lemak dan karbohidrat), protein ini mempunyai peranan lebih penting dalam pembentukan biomolekul daripada sumber energi. Namun demikian apabila organisme sedang kekurangan energi, maka protein ini dapat juga dipakai sebagai sumber energi. Kandungan energi protein rata-rata 4 kilokalori/gram atau setara dengan kandungan energi karbohidrat. Strukturnya mengandung N, disamping C, H, O (seperti juga karbohidrat dan lemak), S dan kadang-kadang P, Fe, dan Cu (sebagai senyawa kompleks dengan protein).

Protein dalam bahan makanan sangat penting dalam proses kehidupan organisme yang heterotroph seperti hewan dan manusia. Protein alamiah mula-mula dibentuk dari unit asam-asam amino yang dirakit sama sekali baru (de novo) oleh organisme autotroph (tumbuhan dan mikroorganisme tertentu) dari unsur-unsur anorganik C, H, O, N dan S yang ada dalam tanah atau udara. Senyawa protein yang ada dalam eritrosit (sel darah merah) misalnya, secara alamiah berganti tiap 3 bulan, sedangkan protein yang ada dalam jonjot usus penyerapan makanan (villi) berganti tiap 43 jam.

Makanan misalnya daging dimana mengandung protein di dalamnya akan dicerna oleh tubuh dengan mekanisme tertentu. Pencernaan protein dimulai dari lambung dan juga pada usus halus dengan kegiatan sebagai berikut: pencernaan protein di lambung, oleh enzim: pepsin, dan gastrik protease (dari lambung) protein dicerna sampai berbentuk sederhana seperti polipeptida. Bagian ini kemudian masuk ke usus halus. Selanjutnya, di usus halus protein dicerna oleh khimotripsin dan tripsin yang berasal dari pankreas. Enzim ini memotong polipeptida menjadi bentuk peptida yang lebih sederhana. Karboksipeptidase, aminopeptidase, dipeptidase menyerang asam, dan bagian akhir dari peptida kemudian menjadikan asam amino bebas yang selanjutnya diserap oleh dinding usus halus.

Dalam bentuk aslinya, sebagian besar protein sangat resisten terhadap pencernaan. Akan tetapi, setelah protein mengalami denaturasi oleh pejanan panas atau asam, kekuatan yang mempertahankan struktur protein menjadi lemah, sehingga protein dapat dicerna. Enzim disekresi sebagai proenzim (zimogen non aktif), dan diaktifkan hanya setelah disekresi ke dalam lambung atau duodenum. Hal ini melindungi organ tubuh dari pencernaan sendiri (autodigesti) oleh enzim proteolitik. Pada prosesnya rantai polipeptida dipecah pada lokasi spesifik, sehingga membuka lebih banyak lokasi terminal untuk pemutusan lebih lanjut. Dengan demikian dihasilkan rantai peptida yang lebih pendek secara progresif. Jadi secara keseluruhan proses ini menghasilkan asam amino bebas serta peptida kecil lain, yang kemudian dipecah lagi oleh aminopeptidase yang terdapat dalam mukosa usus (intestin) selama proses absorpsi. Dalam kondisi normal protein dari makanan yang kita konsumsi hampir seluruhnya tercerna. Akan tetapi, adanya dinding sel yang tidak tercerna dan inhibitor tripsin misalnya dalam jenis kacang polong yang masih mentah dapat menghambat proses ini.

Selanjutnya penyerapan atau absorpsi dari protein berlangsung melalui difusi pasif maupun mekanisme transpor aktif yang tergantung natrium. Asam amino yang diabsorpsi kemudian masuk ke peredaran darah melalui vena porta. Selain mengabsorpsi asam amino dari makanan, mukosa usus juga mengabsorpsi cukup banyak asam amino endogen (kurang lebih 80 g/hari), yang berasal dari sekresi ke dalam usus halus, dan sel yang terkelupas dari permukaan mukosa.

Ketersediaan protein nabati di seluruh dunia relatif konsisten, sekitar 50 g/orang/hari. Akan tetapi ketersediaa sumber protein hewani sangat berbeda-beda, dari <5 sampai 50 g/orang/hari, yang paling tinggi terdapat disebagian besar negara barat. Pada umumnya protein menyumbang 10 – 12 % dari energi. Sumber protein dapat berasal dari berbagai bahan makanan, baik yang berasal dari bahan hewani atauppun bahan nabati, seperti:

  1. Daging berwarna merah, termasuk daging sapi, dan daging kambing
  2. Daging ayam, telur ikan, susu, keju, dianggap mengandung protein komplet yang efisien untuk tubuh
  3. Golongan kacang-kacangan: legume, kacang kedelai, kacang hijau
  4. Legume mengandung 20% protein, tetapi sereal kurang kandungan proteinnya bila dibandingkan dengan legume. Walaupun demikian masih dapat dipakai sebagai sumber protein (sereal seperti beras mengandung 7% protein, sedangakan gandum mengandung 12%).

untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut :klik disini