Menyongsong kurikulum 2013

Standard

Siapkah kurikulum 2013 dilaksanakan??

Pertanyaan tersebut mungkin pernah muncul di benak kita, mengingat masih banyak pro-kontra mengenai penerapan atau pelaksanaan kurikulum 2013.  pengertian kurikulum sendiri menurut Lunenberg dan Ornstein mengemukakan bahwa kurikulum dapat didefinisikan dalam berbagai pengertian: sebagai rencana, dalam kaitan dengan pengalaman, sebagai suatu bidang studi, dan dalam kaitan dengan mata pelajaran dan tingkatan kelas. suatu kurikulum dapat digambarkan suatu rencana tindakan, atau suatu dokumen tertulis, yang meliputi strategi untuk menuju keberhasilan tujuan yang diinginkan. sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem apendidikan Nasional juga disebutkan pengertian kurikulum yaitu “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.

Bertolak dari pengertian kurikulum seperti tercantum di atas maka kurikulum 2013 yang rencananya akan dipakai dan menggantikan kurikulum sebelumnya, sekarang ini sedang gencar-gencarnya disosialisasikan oleh pemerintah melalui kemendikbud. banyak pro-kontra yang menyertai terkait kurikulum yang baru ini.  dasar dari pengembangan kurikulum tersebut adalah perkiraakeadaaan 10 tahun mendatang, sehingga lulusan yang dihasilkan mampu mengatasi persaingan di masa mendatang. Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Rancangan kurikulum 2013 telah memasuki tahapan ketiga, yaitu uji publik. Pengembangan kurikulum 2013 sendiri dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu :

  1. Penyusunan kurikulum dilingkungan internal kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan.
  2. Pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 Nopember 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada tanggal 22 Nopember 2012.
  3. Pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.
  4. Penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013

Adanya perubahan isi, dari kurikulum ini dibanding kurikulum sebelumnya misalnya ditiadakan / dihapusnya beberapa mata pelajaran, salah satunya menjadi sebab penolakan pada kurikulum ini. Selain itu setiap perubahan kurikulum akan berimbas pada seluruh aktivis di dunia pendidikan, salah satunya adalag guru. Guru akan merasakan dampak langsung dari adanya perubahan kurikulum. Guru harus mampu menyesuaikan diri terhadap kerikulum yang baru, guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif . Nah apakah menurut teman-teman kurikulum baru ini sudah siap untuk dilaksanakan??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s