CONTOH PROPOSAL PENELITIAN

Standard

 

PROPOSAL PENELITIAN

JUDUL PROGRAM:

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DARI RENDAMAN SABUT KELAPA (Cocos nucifera) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN BENGKOANG (Pachyrhizus erosus)


Diusulkan oleh :

Dewi Sundari           (11312241042)

 

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2013

BAB I

PENDAHULUAN

 A.       LATAR BELAKANG

Kelapa merupakan tanaman tropis yang sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari penyebaran tanaman kelapa di hampir seluruh wilayah Nusantara. Produksi buah kelapa Indonesia rata-rata15,5 milyar butir/tahun atau setara dengan 3,02 juta ton kopra, 3,75 juta ton air, 0,75 juta ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut dan 3,3 juta ton debu sabut (Agustian et al. 2003). Akan tetapi industri pengolahan buah kelapa umumnya masih terfokus pada pengolahan hasil daging buah sebagai hasil utama, sedangkan untuk industri yang mengolah hasil samping buah seperti air, sabut, dan tempurung kelapa masih secara tradisional dan berskala kecil.

Limbah sabut kelapa merupakan sisa buah kelapa yang sudah tidak terpakai yaitu bagian terluar buah kelapa yang membungkus tempurung kelapa yang tidak atau belum mempunyai nilai ekonomis. Padahal sabut kelapa yang merupakan hasil samping dari buah kelapa ini, dan merupakan bagian terbesar dari buah kelapa yaitu sekitar 35 % dari bobot buah kelapa. Dengan demikian, apabila secara rata-rata produksi buah kelapa per tahun adalah sebesar 5,6 juta ton, maka berarti terdapat sekitar 1,9 juta ton sabut kelapa yang dihasilkan. Potensi produksi sabut kelapa yang sedemikian besar belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan nilai tambahnya. Pemanfaatan sabut kelapa sebagian besar adalah pada sabut kelapa yang sudah kering misalnya untuk pembuatan kerajinan, atau sebagai bahan bakar, sedangkan untuk sabut kelapa yang masih basah masih jarang dimanfaatkan.

Di dalam sabut kelapa terkandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman yaitu berupa Kalium (K). Disamping kandungan unsur-unsur lain seperti Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Natrium (Na) dan Fospor (P).  Kalium ini merupakan salah satu unsur yang diperlukan bagi tanaman golongan umbi-umbian, karena salah satu sifat positif dari kalium yaitu mendorong produksi hidrat arang. Sehingga tanaman yang banyak mengandung komponen ini seperti tanaman bengkoang membutuhkan banyak pupuk kalium. Sabut kelapa dimana di dalamnya terkandung unsur kalium, apabila direndam maka kalium dalam sabut tersebut dapat larut dalam air, sehingga menghasilkan air rendaman yang mengandung unsur kalium. Air hasil rendaman yang mengandung unsur Kalium tersebut sangat baik jika diberikan sebagai pupuk untuk tanaman seperti bengkoang guna mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Menurut Ali Mugni, seorang petani dari Karawang hasil panenan dari lahan yang menggunakan pupuk cair sabut kelapa sama dengan lahan yang menggunakan pupuk kimia KCl buatan pabrik. Keuntungan lahan yang menggunakan pupuk cair sabut kelapa, biaya produksi lebih sedikit karena tidak perlu keluar uang membeli pupuk KCl. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengaruh pemberian pupuk organik cair dari rendaman sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman bengkoang, serta mengetahui komposisi dalam pembuatan pupuk organik cair dari rendaman sabut kelapa.

kelapa sabutkelapa bengkoang

Untuk lebih lengkapnya silahkan ikuti link berikut: klik disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s